Minggu, 28 Juni 2015

BPJS ... SAAT SAYA AKAN DI TOLAK MASUK RUMAH SAKIT

BPJS Adalah program layanan kesehatan dari pemerintah melalui dinas kesehatanya . Program ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi masyarakat indonesia yang dengan kondisi ekonomi yang masih memperihatinkan .

Bagi masyarakat seakan kesehatan adalah hal yang sangat mahal harganya apalagi bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan .

Dari pengalaman saya sangat sulit nendapatkan rumah sakit jika membawa kartu ini . Mereka pasti punya alasan ruangan full , ruang ICU full , tidak ada kamar . Tapi tidak semua rumah sakit seperti ini , sepertinya akan tergantung pada dokter jaganya  .

Pengalaman saya membawa bapak saya yang harus masuk UGD  karena stroke , setelah mendapat pengecekan tingkat awal  di UGD  . Suster menanyakan ...Bapak punya tanggaungan bpjs , asuransi atau yang lainya .
Setelah saya menunjukan kartu bpjs , sang dokter bilang akan mengecek kamar ICU  apakah ada yang kosong atau tidak , karena kondisi bapak saya sedang kritis maka perlu dirawat di ICU . Dari sini saya merasa aneh , kenapa mereka tdk tau jika ruang ICU masih ada kosong atau penuh .
Setelah beberapa saat sang Dokter menghampiri saya dan bilang " Bapak maaf ruang ICU nya full jadi saya sarankan untuk cari rumah sakit lain " . 
Saat itu kepanikan di otak saya sudah di puncak , memikirkan kondisi bapak saya yang semakin kritis . Anda bisa bayangkan jika saya pergi dari RS ini dan ke RS yang lain lalu di tolak lagi , bagaimana dengan Bapak saya .
Saya kehilangan akal sehat saya dan dengan nada keras saya bentak dokter itu bahwa saya akan pergi setelah saya cek ruang ICU dan saya benar2 tau ruang ICU sudah full apa tidak . Sang Dokter agak terkejut dan dengan tidak kuasa mempersilahkan saya ke ruang ICU .
Setelah sampai di ruang ICU , saya cari petugas / perawat yang jaga dan bertanya .
" Anda tau apa yang dia bilang ... " siapa yang bilang full pak ? Ini saya siapkan kamarnya untuk Bapak " ... aneh kan ?

Trus saya ngeloyor pergi ke UGD lagi dan bertemu dengan sang Dokter , sang Dokter menjelaskan bla bla bla bla lagi . Dan saya tidak mau dengar , saya hanya mau tau di terima atau tidak di RS ini . Dokter berkata " iya pak , sebentar ruanganya sudah kami persiapkan " ....

Puji Tuhan / astungkara Idha Sang Hyang Widhi Wasa , setidaknya saya tidak terlunta - lunta malam itu membawa bapak yang sakit mencari rumah sakit .

Sampai sekarang saya bertanya - tanya  , apakah begini BPJS kesehatan . Siapa yang salah ? apakah pemerintah , atau pelaksana di lapangan ?
Bayangkan ,  sekali kita ikut BPJS seumur hidup kita akan bayar dan itupun kita tidak bisa bikin perorangan dan diharuskan membikin untuk semua anggota keluarga .
Bayangkan jika anak kita dengan umur 5 tahun sudah ikut BPJS , berapa jumlah uang yang kita bayar sampai akhir hayat kita , kita hitung saja umur kita 70 tahun , apa tidak lebih baik bikin asuransi suasta ? Jika pelayanan yang kita dapatkan seperti ini ?

Dari pengalaman saya ada beberapa rumah sakit nakal yang tidak rela jika  harus menerima BPJS , tapi sebenarnya mereka takut jika kita bikin ribut saat kita di tolak  karena ini program pemerintah .

Trik jika anda menemui hal seperti ini jika kita tidak punya siapa -siapa .
- Berpakainlah rapi saat membawa sang Sakit , bicara tegas jangan takut tapi sopan . Biar mereka berfikir , siapakah orang ini ? Jadi mereka berfikir untuk main2
- Bila mereka bikang ruangan full anda dengan tegas bilang mau cek sendiri apa benar full atau tidak . Karena kadang mereka punya ruangan kosong tapi di bilang full .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar